..setiap makan buah ini saya pasti selalu teringat pengalaman masa kecil kami (saya & kakak). Bapak kami cukup jeli melihat kesukaan anak-anaknya, pada masa balita & saat sekolah dasar, sama seperti anak-anak seusia kami pada umumnya, sangat menyukai buah-buahan ini, baik pada saat dibelikan kedua orang tua kami, dikasih saudara, teman atau hidangan buah pada saat berkunjung ke sanak saudara & temen-temen kedua orang tua kami, kami berdua selalu lahap menyantap kedua buah ini. hingga satu ketika bapak punya cara jitu agar kami berdua tidak ketagihan buah-buahan ini. bapak seorang PNS, pada saat gajian awal bulan, beliau membelikan kami buah rambutan & durian secara bergantian selama dua minggu lebih,hehe.. bisa dibayangkan gaji seorang PNS waktu itu (th 80an) habis dalam waktu kurang dari 20hari untuk membelikan buah-buahan anaknya,hehe…maksud bapak membelikan buah-buahan tersebut agar kami berdua(saya&kakak) tidak menjadi ketagihan buah-buahan tersebut, selain itu juga agar kami berdua tidak tumbuh menjadi anak yang menggunakan aji mumpung, maksudnya ketika diajak ke tempat saudara atau teman dan kebetulan disuguhi rambutan & durian tidak asal sikat & mumpung ada, bapak mengajari kami untuk pandai mengontrol keinginan, tetap menjaga sopan santun meskipun sangat ingin makan rambutan & durian. bahasa jawanya(pati); ‘ora kemurisan’ (tidak asal serobot/pandai menjaga diri), meskipun di depan mata disuguhi buah-buahan tersebut. ternyata strategi bapak berhasil. selama 2 minggu lebih kami makan rambutan & durian tiap hari terus-menerus, lama-kelamaan ada rasa jenuh juga & kemudian menjadi biasa aja ketika ditawari rambutan & durian, hingga sampai sekarang.hehe.. pelajaran positif yang kami ambil dari strategi bapak ini antara lain; ‘pengendalian diri dan tetap mawas diri dengan kemampuan yang ada (pandai bersyukur dengan apa yang ada) tanpa mengabaikan potensi, keinginan & peluang yang ada di depan mata’. matur nuwun sanget bapak, we luve u full,hehe.. ^_^ (pangki_k, Djogja, Indonesia, mar’10)
rambutan & durian
02 Rabu Nov 2011
Posted in pena